- EN
- ID
Daftar Isi Utama
- Lihat indeks lengkap di [01. Pengenalan]
Panduan ini untuk siapa
- Pemula yang baru setup JavaScript/TypeScript dari nol
- Pembelajar yang sering kena masalah “kok di laptopku error terus?”
- Siapa pun yang ingin mulai React dengan fondasi tooling yang rapi
Apa yang akan Anda pelajari
- Cara instal Node.js yang aman di Windows/macOS/Linux
- Cara verifikasi
node,npm, dan script project dengan benar - Cara setup VS Code + browser DevTools untuk workflow harian
Mengapa topik ini penting
Di project nyata, masalah setup sering lebih bikin lama daripada masalah coding dasar. Kalau environment Anda rapi, proses belajar jadi jauh lebih cepat. Kalau setup berantakan, bab-bab berikutnya akan terasa lebih susah dari seharusnya.
Intinya: ini bukan sekadar instalasi. Ini pondasi buat semua bab setelah ini.
Konsep inti
Node.js dan npm
- Node.js menjalankan JavaScript di luar browser
- npm mengelola package dan script
Dalam praktik:
- Node.js = runtime Anda
- npm = toolbox untuk dependency + otomasi command
Pilihan package manager
npm: default dan cukup untuk kebanyakan pemulapnpm: instalasi lebih cepat dan hemat storageyarn: umum dipakai pada beberapa tim/project
Kalau baru mulai, pakai npm dulu. Nanti kalau sudah nyaman, baru eksplor pnpm.
Setup editor penting
- Install extension TypeScript, ESLint, dan Prettier
- Aktifkan format-on-save biar kode konsisten otomatis
- Gunakan terminal terintegrasi supaya konteks folder tetap jelas
Panduan langkah demi langkah
Langkah 1 — Instal Node.js LTS
- Unduh versi LTS dari website resmi Node.js
- Selesaikan instalasi dengan opsi default
- Jangan dulu utak-atik konfigurasi aneh; yang penting stabil dulu
Langkah 2 — Verifikasi instalasi
Jalankan:
node -v
npm -v
Kalau dua command ini menampilkan versi, Anda aman lanjut. Kalau salah satunya gagal, bereskan dulu sebelum lanjut ke bab berikutnya.
Langkah 3 — Buat folder project pertama
Jalankan:
mkdir hello-toolchain
cd hello-toolchain
npm init -y
Langkah 4 — Tambahkan script penting
Di package.json, tambahkan script yang benar-benar dipakai (dev, lint, format).
Target bab ini: Anda bisa jalanin minimal satu script tanpa bingung konteks folder.
Contoh praktis
Contoh 1 — npm script sederhana
{
"scripts": {
"hello": "node -e \"console.log('Toolchain ready')\""
}
}
Jalankan:
npm run hello
Expected output:
Toolchain ready
Contoh 2 — Kebiasaan workflow di VS Code
- Buka terminal dari VS Code
- Jalankan script dari root project yang benar
- Pertahankan satu konteks terminal per project agar tidak salah path
Real case:
- Banyak error
npmterjadi cuma karena command dijalankan di folder yang salah.
Kesalahan umum dan cara menghindarinya
- Instal banyak versi Node terlalu cepat -> mulai dari satu LTS dulu
- Menjalankan command di folder salah -> selalu cek direktori aktif
- Mencampur
npmdanpnpmdalam satu project -> pilih satu package manager per project - Install tools terlalu banyak di awal -> mulai minimal, lalu tambah seperlunya
Mini Project
- Buat “Hello Toolchain”:
- inisialisasi project,
- tambah dan jalankan satu custom script,
- tulis
SETUP_NOTES.mdsingkat tentang apa yang diinstal dan alasannya.
Latihan cepat
- Verifikasi environment dengan
node -vdannpm -v - Tambahkan dan jalankan satu script dari
package.json - Aktifkan format-on-save di VS Code
- Jelaskan dalam satu kalimat: kapan Anda pilih
npmvspnpm?
Ringkasan utama
- Setup bersih menghilangkan friksi tersembunyi saat belajar
- Node + npm adalah fondasi utama workflow JS/TS/React
- Konsisten lebih penting daripada setup yang terlalu kompleks
Langkah berikutnya
Lanjut ke [03. Fondasi TypeScript].
No Comments