- EN
- ID
Daftar Isi Utama
- Lihat indeks lengkap di [01. Pengenalan]
Panduan ini untuk siapa
- Pembelajar yang siap memindahkan project dari lokal ke deployment publik
- Pemula yang ingin kebiasaan rilis lebih aman dan rapi
- Siapa pun yang pernah deploy lalu bingung kenapa masalahnya muncul hanya di production
Apa yang akan Anda pelajari
- Perbedaan praktis mode development vs production build
- Strategi environment variable dan manajemen secret yang aman
- Alur deployment dasar frontend dan backend yang realistis untuk pemula
Mengapa topik ini penting
Deployment adalah momen saat project belajar berubah jadi produk nyata yang dipakai orang.
Kebiasaan production yang baik membantu Anda menghindari masalah mahal: rilis gagal, API salah konfigurasi, atau secret yang bocor.
Konsep inti
Build pipeline
- Mengubah source code agar optimal di production
- Menggunakan konfigurasi sesuai environment
Build production harus konsisten dan bisa diulang dengan hasil yang sama.
Secrets dan environment variables
- Simpan secret di luar source code
- Sediakan
.env.exampleuntuk dokumentasi
Perlakukan secret sebagai data operasional sensitif, bukan bagian dari source code.
Opsi hosting
- Frontend: Vercel/Netlify
- Backend: Render/Railway
Pilih platform yang memudahkan deploy dan observability sesuai tahap project Anda.
Panduan langkah demi langkah
Langkah 1 — Siapkan script build
Pastikan app build sukses dan gagal dengan jelas saat env var penting belum diset.
Langkah 2 — Konfigurasi environment variables
Definisikan env vars untuk development, staging (opsional), dan production.
Langkah 3 — Deploy dan verifikasi
Deploy frontend dan backend, lalu jalankan smoke test untuk alur user utama.
Target: setiap rilis terasa prediktif, bukan bikin deg-degan.
Contoh praktis
Contoh 1 — Pemakaian environment variable
const apiBaseUrl = import.meta.env.VITE_API_BASE_URL;
Tip:
- Validasi nilai ini saat startup aplikasi dan tampilkan error yang jelas jika kosong.
Contoh 2 — Checklist deployment
- Build sukses
- Env vars terpasang benar
- Health route merespons
Tambahan penting:
- Frontend menunjuk ke backend URL yang benar,
- satu flow fitur utama lolos end-to-end.
Kesalahan umum dan cara menghindarinya
- File
.envikut ter-commit -> gunakan.gitignoredan rawat.env.example - URL production di-hardcode -> selalu pakai environment variables
- Verifikasi pasca-deploy dilewati -> jalankan smoke test setiap rilis
- Tidak punya rencana rollback -> dokumentasikan rollback sederhana
Mini Project
- Deploy frontend + API lalu validasi:
- satu alur user lengkap,
- satu alur error (misalnya API gagal),
- satu health/monitoring check.
Bonus:
- Tulis file checklist rilis singkat untuk deployment berikutnya.
Latihan cepat
- Buat
.env.exampledengan seluruh key yang dibutuhkan - Verifikasi runtime memakai API URL production
- Jalankan satu smoke test setelah deploy
- Tambahkan satu bagian “deployment notes” di README project
Ringkasan utama
- Kemampuan deploy ke production adalah skill engineering inti
- Hygiene environment variable wajib untuk keamanan dan reliabilitas
- Verifikasi pasca-deploy harus cepat, repeatable, dan wajib dijalankan
Langkah berikutnya
Lanjut ke [19. Sumber Belajar dan Langkah Berikutnya].
No Comments